Rangkuman Bab 2 Informatika : Analisis Data Lanjutan
Penulis : Raisha Putri Sakinah (30) 8E
Contoh Data yang Akan Dianalisis
Pengertian
Analisis Data
Analisis
data adalah proses memeriksa, membersihkan, mengubah, dan menginterpretasikan
data dengan tujuan menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan
keputusan. Proses ini membantu kita memahami situasi berdasarkan fakta, bukan
hanya perkiraan atau pendapat. Dalam dunia informatika, analisis data mencakup
tahapan mulai dari persiapan data (data awal) sampai penggunaan data tersebut
untuk mendukung pengambilan keputusan.
Data sendiri
adalah sekumpulan fakta mentah yang belum memiliki arti jelas. Setelah diolah,
data menjadi informasi, yaitu data yang sudah diinterpretasikan dan memiliki
makna. Analisis data berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara data
mentah dan informasi yang bermanfaat.
Contohnya,
seorang guru memiliki daftar nilai siswa dalam bentuk angka mentah. Angka
tersebut tidak terlalu berguna jika dilihat begitu saja. Namun, setelah
dilakukan analisis—misalnya menghitung rata-rata kelas, mencari siswa dengan
nilai tertinggi atau terendah, atau membuat grafik perbandingan—data tersebut
menjadi informasi yang bisa digunakan untuk membuat rencana pembelajaran.
Tahap
Besar Analisis Data
Analisis
data biasanya dibagi menjadi dua tahap besar. Pertama adalah pengolahan data
awal, yaitu menyiapkan data agar siap dianalisis. Kedua adalah pengolahan
data untuk keputusan, yaitu memanfaatkan data yang sudah siap untuk membuat
kesimpulan dan keputusan.
A.
Pengolahan Data Awal
Pengolahan
data awal adalah tahap persiapan. Tujuannya untuk memastikan data yang akan
dianalisis berada dalam kondisi yang baik, rapi, dan lengkap. Dalam tahap ini
ada tiga langkah penting: impor data, mengorganisir data, dan membersihkan
data.
a. Impor
Data
Impor data
adalah proses memindahkan data dari sumber asalnya ke dalam sistem atau
aplikasi yang digunakan untuk analisis. Sumber data bisa berupa file Excel,
file CSV, database, layanan cloud, maupun API dari aplikasi lain.
Dengan melakukan impor data, kita bisa menghemat waktu karena tidak perlu
mengetik ulang data yang sudah ada. Selain itu, proses impor juga membantu
mengurangi risiko kesalahan manusia dalam memasukkan data.
Contoh
sederhana adalah guru yang mengimpor daftar nilai siswa dari file Excel ke
Google Sheets atau aplikasi analisis. Contoh lain, peneliti cuaca mengunduh
data suhu dan curah hujan dari situs BMKG, lalu mengimpornya ke software
analisis statistik. Setelah data berhasil diimpor, barulah kita bisa melangkah
ke tahap berikutnya.
1. Mengimpor File
Microsoft eexcel memiliki kemampuan untuk mengimpor berbagai jenis file
data yang berbeda
1.1. File Spreadsheet
1.2. File Teks (CSV, TXT)
1.3. File XML
2. Mengimpor Database
Database adalah Kumpulan data yg terstruktur dan disususun hingga
memungkinkan penyimpanan, pengaturan, dan pengambilan data secara efisien
b.
Organisir Data
Setelah data
masuk ke sistem, langkah selanjutnya adalah mengorganisir data supaya rapi dan
terstruktur. Data yang berantakan akan menyulitkan proses analisis dan bisa
menyebabkan kesimpulan yang salah.
Mengorganisir
data mencakup beberapa hal. Pertama, membuat struktur yang jelas, biasanya
dalam bentuk baris dan kolom jika menggunakan spreadsheet. Kedua, memberi nama
kolom dengan deskripsi yang mudah dipahami, misalnya “Tanggal Transaksi”
daripada hanya “Tanggal”. Ketiga, mengurutkan data sesuai kebutuhan, seperti
dari nilai tertinggi ke terendah, atau berdasarkan abjad. Keempat,
mengelompokkan data jika jumlahnya banyak, misalnya memisahkan data per kelas,
per bulan, atau per kategori produk.
Contohnya,
data penjualan toko bisa diurutkan berdasarkan tanggal untuk melihat tren
penjualan harian. Data nilai siswa bisa dikelompokkan berdasarkan mata
pelajaran untuk memudahkan perbandingan.
Contoh cara
mengorganisir data dalam bentuk table Microsoft:
1. Beri judul pada kolom
2. Isi Data
3. Format Data
Cara mengformat
data angka decimal, format tanggal, atau format mata uang dalam Microsoft
Excel:
1. Pilih sel atau rentang yang ingin
diformat
2. Pilih jendela atau format sel
3. Pilih kategori format
4. Atur format
5. Pratinjau dan Terapkan
c. Data
Cleansing (Pembersihan Data)
Data
cleansing atau pembersihan data adalah proses
Masalah yang
sering muncul dalam data antara lain:
- Data ganda, yaitu entri yang
sama muncul dua kali.
- Data hilang, yaitu ada kolom
atau baris yang kosong.
- Data tidak konsisten, misalnya
penulisan “Jl. Sudirman” dan “Jalan Sudirman” yang dianggap berbeda oleh
komputer.
- Data tidak masuk akal, seperti
umur 150 tahun atau nilai ujian lebih dari 100.
Langkah
pembersihan data meliputi memeriksa data satu per satu atau menggunakan fungsi
otomatis untuk mendeteksi duplikasi, melengkapi data kosong jika memungkinkan,
menyamakan format penulisan (misalnya semua tanggal menggunakan format “8
Agustus 2025”), dan memperbaiki data yang keliru.
Beberapa Teknik umum yang digunakan
untuk melakukan data cleansing dalam Excel:
1. Filtering
2. Penggunaan fungsi
3. PivotTables
4. Find and Replace
5. Validasi Data
6. Penghapusan Duplikat
B.
Pengolahan Data Keputusan
Setelah data
rapi dan bersih, barulah kita masuk ke tahap pengolahan data untuk keputusan.
Tahap ini fokus pada memahami data, mencari pola, dan menggunakannya untuk
menentukan langkah yang tepat.
a.
Identifikasi Data
Identifikasi
data adalah proses mengenali dan memahami data yang kita miliki. Ini meliputi
mengetahui jenis data, sumber data, jumlah data, periode waktu data, dan tujuan
penggunaan data tersebut.
Jenis data
secara umum terbagi menjadi dua: data kuantitatif dan data kualitatif. Data
kuantitatif adalah data berbentuk angka, seperti jumlah siswa, nilai ujian,
tinggi badan, atau total penjualan. Data kualitatif adalah data berbentuk
deskripsi atau kategori, seperti warna, jenis kelamin, tingkat kepuasan, atau
opini.
Data Keputusan
adalah jenis data yang mendukung pengambilan data
1. Data Numerik
2. Data Teks
3. Data Tanggal dan Waktu
4. Data Kategori
5. Dara Geografis
6. Data Berstruktur dan Tak Berstruktur
7. Data Geografis dan Real Time
Tujuan
identifikasi data adalah memastikan kita tahu persis apa yang akan dianalisis,
sehingga kita bisa memilih metode analisis yang tepat. Misalnya, data nilai
ujian bisa dianalisis dengan mencari rata-rata, sedangkan data opini pelanggan
lebih cocok dianalisis dengan melihat kategori atau kata yang paling sering
muncul.
Contoh
identifikasi data adalah sekolah yang mengumpulkan data absensi siswa selama
setahun penuh, lalu mencatat bahwa data tersebut berasal dari laporan guru
kelas, mencakup 300 siswa, dan berisi keterangan hadir, izin, sakit, atau alfa.
Dalam
konteks penggunaan Microsoft Excel, identifikasi data mengacu pada proses mengenali dan menentukan data apa yang akan
digunakan dalam analisis atau pemrosesan menggunakan perangkat lunak tersebut.
b.
Analisis dan Data Keputusan
Analisis
data adalah inti dari tahap ini. Analisis dilakukan untuk menemukan informasi
yang tersembunyi di balik data mentah, seperti tren, pola, hubungan, atau
perbedaan yang signifikan. Ada beberapa metode analisis yang umum digunakan.
Pertama,
analisis deskriptif yang menjelaskan data apa adanya, misalnya menghitung
rata-rata nilai, mencari jumlah total penjualan, atau menghitung persentase
kehadiran siswa. Kedua, analisis komparatif yang membandingkan dua atau lebih
kelompok data, seperti membandingkan nilai ujian antara dua kelas. Ketiga,
analisis tren yang mencari pola perubahan dari waktu ke waktu, misalnya tren
peningkatan nilai siswa setiap semester. Keempat, analisis prediktif yang
menggunakan data masa lalu untuk memprediksi hasil di masa depan.
Proses
analisis biasanya diawali dengan menentukan tujuan analisis. Tujuan ini akan
menentukan metode yang dipakai. Setelah itu, data diolah dengan alat bantu
seperti Excel, Google Sheets, atau software khusus analisis. Hasil analisis
kemudian disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami, seperti grafik, diagram,
atau ringkasan narasi. Terakhir, hasil analisis digunakan untuk mengambil
keputusan.
Contoh
penerapan di sekolah adalah guru yang menganalisis data nilai ujian untuk
menemukan siswa yang membutuhkan remedial. Di dunia bisnis, pemilik toko bisa
menganalisis data penjualan untuk memutuskan produk mana yang perlu diperbanyak
stoknya.
Cara
Analisis Data:
Data Awal:
Analisis :
1. Tren Penjualan dan Pendapatan
Bisa dilihat secara langsung dari data. Misalnya, penjualan dan
pendapatan cenderung meningkat dari Januari hingga April
2. Perbandingan Jumlah Buku Terjual Antar
Bulan
3. Analisis Regresi
Tidak secara menggambarkan analisis regresi, tapi kalian dapat
menggunakan alat analisis regresi Excel untuk menentukan hubungan antara bulan
dan penjualan buku.
4. Kesimpulan Tambahan
Dari data, kita melihat adanya peningkatan penjualan bulanan, yang
mengindikasikan pertumbuhan yang positif. Ini bisa menjadi sinyal baik untuk Kesehatan
bisnis toko buku.
Pentingnya
Analisis Data Lanjutan
Analisis
data lanjutan memiliki banyak manfaat. Pertama, membantu pengambilan keputusan
yang lebih tepat karena didasarkan pada fakta dan angka, bukan sekadar
perkiraan. Kedua, membuat pekerjaan lebih efisien karena kita tahu langkah yang
harus diambil tanpa membuang waktu pada hal yang tidak penting. Ketiga,
memungkinkan kita melihat pola dan tren yang mungkin tidak terlihat jika hanya
melihat data mentah. Keempat, membantu meningkatkan kinerja, baik di sekolah,
bisnis, maupun organisasi, karena keputusan yang diambil lebih terarah.
Contoh
Alur Lengkap Analisis Data Lanjutan
Bayangkan
sebuah sekolah ingin meningkatkan prestasi siswa pada ujian matematika.
Langkah-langkahnya bisa seperti ini:
Pertama, guru mengimpor data nilai matematika siswa dari file Excel. Kedua,
data tersebut diorganisir berdasarkan kelas dan semester. Ketiga, guru
melakukan data cleansing dengan menghapus entri ganda, melengkapi nilai yang
kosong, dan menyamakan format penulisan nama. Keempat, guru mengidentifikasi
data mana yang akan dianalisis, misalnya nilai semester 1 dan semester 2.
Kelima, guru menganalisis data untuk melihat tren peningkatan atau penurunan
nilai, rata-rata tiap kelas, dan jumlah siswa yang nilainya di bawah KKM.
Keenam, berdasarkan hasil analisis, guru memutuskan untuk membuat kelas
tambahan bagi siswa yang nilainya kurang dan memberikan tantangan tambahan bagi
siswa yang nilainya sangat baik.
Kesimpulan
Analisis
data lanjutan adalah keterampilan yang sangat penting di era digital, di mana
data menjadi sumber informasi utama untuk pengambilan keputusan. Prosesnya
dimulai dari pengolahan data awal, yang mencakup impor data, pengorganisasian,
dan pembersihan, hingga pengolahan data untuk keputusan, yang meliputi
identifikasi data serta analisis untuk menghasilkan informasi yang dapat
digunakan.
Dengan
memahami dan menerapkan proses ini, kita bisa mengubah data mentah menjadi
informasi berharga, menyajikan hasil analisis secara jelas, dan mengambil
keputusan yang tepat serta efisien. Kemampuan ini berguna di berbagai bidang,
mulai dari pendidikan, bisnis, penelitian, hingga kehidupan sehari-hari.
Semakin kita terampil dalam menganalisis data, semakin besar pula peluang kita
untuk membuat keputusan yang membawa hasil positif.
Blog ini sangat informatif dan menarik.
ReplyDeletesaya sangat suka blog ini sangat mufah dimengerti dan menarik dan juga sangat informatif
ReplyDeleteBlog ini sangat mudah dipahami dan sangat menarik
ReplyDeletesaya suka blog ini, sangat bermanfaat, mudah dipahami, dan dapat meluaskan wawasan kita
ReplyDeleteblog ini sangat informatif dan menarik serta mudah dimengerti
ReplyDeleteBlog ini sangat menarik.
ReplyDeleteartikel ini sangat efektif dan menarik bagi saya, saya juga mendapat informasi yang penting dari blog ini. saya suka
ReplyDeleteArtikel ini sangat menarik bagi saya, saya mendapat informasi yang berguna
ReplyDeletewoi ini keren banget, kok sepi sih blognya
ReplyDeleteIni adalah artikel yang sangat berguna & informatif
ReplyDeletesgt membantu
ReplyDeletesangat mudah dipahami dan bagus
ReplyDeletewow mebntu sekali
ReplyDelete